Sobat Foodigans,  suka jajan makanan?.  Hati-hati ya,  bukan melarang jajan, namun jajan lah di tempat terpercaya dan jangan sembarangan. Kenapa? karena banyak oknum pedagang  tak bermoral   yang menjual  makanan enak tapi dengan campuran bahan pengawet di dalamnya.  Bahan pengawet yang sering digunakan para pedagang makanan adalah Boraks dan Formalin.  Padahal sudah jelas jelas larangan pemerintah bahwa Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan, eeeh karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakannya  tanpa memperhitungkan bahaya bagi konsumen. Benar-benar tidak bermoral !!

Sobat Foodigans, Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf.

Boraks

Boraks merupakan garam natrium yang seharusnya dipergunakan di industri non pangan, seperti  industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol.  Kegunaan utama Boraks adalah sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.

Sobat Foodigans perlu ketahui juga bahwa Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan kita kenal dengan nama  boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka terbuka  yang luas, karena beracun  jika terserap masuk dalam tubuh.

Beberapa pengaruh boraks pada kesehatan :

Tanda dan gejala akut seperti muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi Susunan Syaraf Pusat. Sedangkan tanda dan gejala kronis  seperti  nafsu makan menurun, gangguan pencernaan, gangguan Susunan Syaraf Pusat  seperti  rasa bingung dan bodoh, Anemia, rambut rontok dan kanker.

Formalin

Ingat mayat ingat formalin ya, soalnya kita sdh sering dengar Formalin dimanfaatkan untuk mengawetkan mayat. Nah, Formalin itu sebenarnya  seperti apa sih?  Formalin berbentuk  cairan tidak berwarna dan  pada ghalibnya digunakan dalam industri tekstil dan kayu sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet.  Tidak seperti Boraks yang tidak larut dalam alkohol, Formalin mudah larut dalam air maupun alkohol dan baunya  sangat menyengat.

Inilah pengaruh Formalin terhadap tubuh kita :

  • Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan lebih seremnya  Formalin dapat menyebabkan kanker paru-paru.
  • Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
  • Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan
  • Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.

Foodigans, kenapa sih bahan berbahaya ini disalah gunakan ke dalam makanan?  Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan Formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat. Ya, karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan.  Selain itu, senyawa dalam Boraks dan Formalin bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga penampilan makanan jadi bagus.

Makanan Enak Seringkali Dicampur Boraks dan  Formalin

Makanan enak  dan populer tentu menjadi sasaran empuk  bagi pedagang curang karena makanan enak memang laris dan banyak disukai.  Lantas  makanan enak  apa saja yang seringkali dikerjain  tangan jahil, dan dicampur dengan Boraks dan Formalin?  Berikut 5  macam makanan enak dan populer patut  diwaspadai sebelum kita konsumsi.

  1. Bakso  merupakan makanan enak  dan populer yang sering dikerjain pedagang curang.   Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
  2. Siapa sih yang gak doyan mie?  Nah, Kamu perlu waspada pada Mie basah yang mengandung pengawet. Biasanya  ia lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.
  3. Kerupuk adalah makanan enak dan sederhana.  Kerupuk  yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
  4. Banyak makanan enak yang dibuat berbahan dasar  ikan, terutama ikan basah. Ikan basah  yang diberi  formalin menjadi lebih awet  tidak akan rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, namun  insangnya  berwarna merah tua dan tidak cemerlang, serta  berbau menyengat khas formalin.
  5. Tahu  berformalin  akan berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari 3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.

Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat Formalin dan Boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang bertendensi mengandung Formalin dan Boraks.  Jangan jajan sembarangan terutama bakso, mie, kerupuk dan tahu,  stay away from borax and formaldehyde.

Lihat juga video Reportase Investigasi Tahu Bakso Berbahaya: