Foodigans, baru-baru ini beredar berita yang mengejutkan tentang ditemukannya peredaran beras palsu atau beras sintetis.   Awalnya seorang warga di Bekasi, Jawa Barat, bernama Dewi mengaku telah menerima beras palsu.

Beras palsu  itu  ketika dimasak  sulit untuk bercampur dengan air.  Beras tsb dibeli oleh Dewi di pedagang beras seharga 8 ribu rupiah per liter.  Namun demikian, dalam satu liter, tidak semua beras palsu. Diduga beras palsu tersebut  sengaja dicampur dengan beras asli, untuk mengelabui pembeli. Isu beras palsu  ini memang bikin kita kuatir banget.  Alangkah jahatnya perbuatan ini ya Foodigans.

Pengamat kesehatan, Handrawan Nadesul, 20 Mei 2015 lalu, mengatakan bahwa beras sintetis adalah kasus baru dan  belum pernah  ada  penelitian untuk jenis beras ini.  Jadi, sulit dan belum diketahui  bahayanya terhadap  tubuh manusia.

Ulah Siapa?

Foodigans tahu,  beras sintetis ini berawalnya lagi-lagi dari China.  Motivasi  dari ulah ini  boleh jadi adalah keserakahan akan uang,  yang memacu oknum pengusaha China membuat beras sintetis. Tentu saja produksi  beras sintetis jauh lebih murah.  Kenakalan pengusaha China sebenarnya bukan kali ini saja.  Sebelumnya, sebuah perusahaan di Xi’an, Provinsi Shaanxi ditemukan telah menambahkan  penyedap  beras untuk mensintesis “beras Wuchang,” yang lantas dianggap menjadi beras terbaik dan dijual lebih mahal.

Media  Weekly Hong Kong melaporkan bahwa di China, beras palsu  tersebut banyak  dijual di kota Cina Taiyuan, di provinsi Shaanxi.   Nah, jika sekarang peredarannya sudah  menjalar ke Indonesia waah..  bahaya banget tuh Foodigans.  Gak berprasangka buruk sih, tapi perlu investigasi mendalam apakah beras palsu ini masuk lewat jalur import, ataukah memang ada produsen di dalam negeri yang sudah  menimba ilmu dari sono dan memproduksinya di sini.

Komponen dalam Beras Palsu

Foodigans tahu terbuat dari apa sih  beras sintetis ini?   “Beras” dibuat dengan mencampur kentang, ubi jalar dan plastik. Kentang  dan umbi jalar pertama-tama  dihancurkan dan  dibentuk menjadi bentuk butiran beras. Kemudian resin sintetis industri  ditambahkan ke dalam campuran.  Resin biasanya digunakan untuk membuat patung.  Nah, dalam  beras palsu ini resin  berfungsi untuk  menciptakan  proses penggumpalan. Tentu saja bahan ini tidak aman untuk dikonsumsi.  Sama-sama berbahaya, resin  berbeda dengan boraks yang berfungsi untuk mengawetkan. Bahan resin digunakan untuk membuat umbi menjadi butiran granular beras.  Selain itu digunakanya resin bisa menurunkan biaya produksi.

Untuk membayangkan keberadaan  plastik di beras palsu tersebut  simak kata seorang pejabat Restaurant Association Cina  yang  melaporkan bahwa  orang yang  makan tiga mangkuk nasi palsu ini sama saja  sudah memakan satu kantong plastik !!  Karena keseriusan masalah ini, ia menambahkan bahwa akan ada investigasi terhadap  pabrik  yang diduga memproduksi beras sintetis ini. Nah lo, rasain..!

Foodigans, tetaplah  waspada  agar terhindar dari beras palsu alias beras sintetis ini.

 

Foodigan.com. Disarikan dari berbagai sumber