Sobat Foodigans,  semua pasti tahu  pohon durian dan pernah  makan buah durian.   Durian (durio zibethinus) adalah buah asli Asia Tenggara yang dibudidayakan dan tumbuh liar di hutan-hutan di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Buah yang berbau menyengat ini banyak yang suka tapi banyak juga yang benci. Gak tahu deh, Foodigans masuk kategori penggemar apa pembenci. Yang jelas kalau orang bule di sono biasanya tidak suka pada buah yang pohonnya  bisa tumbuh hingga ketinggian 50 meter ini.

Kenapa?  Karena  buah musiman ini  buat mereka baunya sangat memualkan,  dan mereka kebanyakan tidak suka dengan cara makan durian yang dicomot gitu, jadi  terasa lengket-lengket  di tangan, atau orang  Jawa bilang “mblenyek-mblenyek “,  orang bule menganggap nya  disgusting.

Sobat Foodigans, durian disamping rasanya manis dan enak, sebenarnya  mengandung  bahan-bahan yang sangat bermanfaat  bagi tubuh, yaitu:  Durian kaya akan serat makanan, kaya akan vitamin, mengandung mineral, mengandung asam amino triptofan, dan durian dapat meningkatkan gairah seksual (afrodisiak).

Nah buat  yang pro sama durian tentu  bertanya-tanya,  terus bahayanya di mana?

Makan Durian Bisa Berbahaya.

Bukan bermaksud melarang makan durian ya  sobat Foodigans. Mengkonsumsi durian bisa jadi membahayakan tubuh. Mengapa demikian?  Nah Foodigans penggemar durian bakal melotot deh karena tidak setuju dengan artikel ini. Namun simak dulu reasons nya.

Makan durian bisa jadi berbahaya, dikarenakan  kandungan kalori dalam durian sangat tinggi. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori. Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 – 900 kalori. Ini yang musti Foodigans waspadai, dan jangan nekad makan durian berlebihan apalagi sampai ada yang mabuk durian.

Sebagai contoh, bila  kamu  memakan empat buah durian, maka tubuh kamu  akan mendapatkan ledakan energi instan sebesar 2.400 -3.600 kalori, jauh melebihi kebutuhan harian rata-rata. Oleh karena itu, bila kamu  memiliki kelebihan berat badan atau obesitas,  apalagi menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung  atau diabetes, kamu harus berhati-hati  mengonsumsi durian. Wanita hamil juga sebaiknya menghindari  makan durian.

Kandungan sulfur (belerang) pada durian juga diketahui menghambat metabolisme alkohol, dan menurut penelitian, ekstrak durian menghambat aktivitas dehidrogenase aldehid, enzim yang membersihkan pecahan produk beracun, hingga 70 persen.  Jadi, mengonsumsi durian bersama dengan alkohol sangat berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi durian bersama dengan kopi juga berbahaya, walau studi mengenai hal ini tampaknya belum ada sehingga belum diketahui kebenarannya. Jadi musti tunggu penelitian lebih lanjut sebelum mengclaim.    Foodigans,  bahaya juga jika Kamu mengkonsumsi durian yang “dikerjain” oleh pedagang durian yang nakal. Coba Kamu bisa  tonton di sini  video investigasi  durian yang disuntik pemanis dan pewarna berbahaya  oleh pedagang durian nakal.

Makan Durian Jangan Berlebihan.

Jangan berlebihan makan durian.  Bahkan, sebagai negeri durian Monthong, Pemerintah Thailand sendiri melalui Kementerian Kesehatan nya pernah memperingatkan agar masyarakat Thailand tidak memakan durian lebih dari dua porsi per hari.

Mengonsumsi durian  cukup  100 gram saja  untuk memenuhi semua nutrisi yang kamu  butuhkan. Sebagai tips, Foodigan bisa mengkombinasi durian  dengan buah manggis. Karena  zat tertentu pada manggis dapat mencegah sakit perut akibat  mengonsumsi durian.

Yang jelas sudah  banyak kita dengar  berita mengenai orang yang meninggal dunia setelah memakan durian, tentu saja bukan karena kejatuhan buahnya, pastilah  salah satunya karena makan berlebihan dan tidak aware akan kandungan bahan dalam durian tsb.

Jangan sampai kita masuk daftar deh sobat Foodigans.  Soalnya  walau disemayamkan di makam pahlawan, kalau meninggal gara-gara kebanyakan makan durian,  kok kedengarannya  kagak elite gitu.. ya gak.

 

Yuk tonton mengapa orang bule  kagak suka makan durian.