Bau Badan Memang Mengganggu

Yang namanya bau badan (BB)  atau Bromhidrosis bukan hanya membuat tidak percaya diri, tapi yang jelas sangat mengganggu orang lain di sekitar.  Bayangkan, wajah cantik atau tampan tapi baunya wow.. gak nahanin. Apalagi kalau suasana panas dan berkeringat, wah sengsara banget para tetangga.

Sobat Foodigans, penyebab bau badan bukan hanya produksi keringat yang berlebih.  Jenis baju, makanan yang dikonsumsi dan penyakit yang diderita juga bisa berpengaruh.

Apa sih sebenarnya penyebab BB dan bagaimana cara mengatasinya?

Bau badan berasal Kelenjar Ekrin

Kelenjar ekrin sdh ada sejak kita lahir dan tersebar di seluruh tubuh kita.  Tetapi lebih banyak disekitar telapak kaki, telapak tangan, dan wajah.  Kelenjar ini berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh dan memiliki bau yang tidak terlalu tajam, seperti bau anak-anak yang berkeringat.  Namun konsumsi makanan tertentu  misalnya bawang merah  dan putih, bumbu kari, kopi, alcohol  dan merokok misalnya  dapat mempertajam baunya.

Pada kelainan ginjal, hati dan gangguan metabolism, kelenjar ekrin juga bisa mengeluarkan  bau yang tidak menyenangkan. Terkadang bau badan bisa mengindikasikan jenis penyakit tertentu. Contohnya bau badan seperti bau kaporit menunjukkan kelainan ginjal, dan bau badan seperti buah-buahan menunjukkan penyakit kencing manis atau diabetes.

Bau Badan berasal dari Kelenjar Apokrin

Kelenjar apokrin baru mulai aktif ketika hormon pubertas mulai aktif.  Kelenjar apokrin  berada pada folikel rambut kita, juga pada tempat-tempat yang hangat dan tertutup seperti di daerah ketiak, dada atau payudara dan di sekitar alat kelamin.

Produk kelenjar apokrin lebih kental dari produk kelenjar ekrin. Karena letaknya pada daerah lipatan kulit yang mudah lembab maka bakteri mudah berkembang biak di sana. Bakteri tersebut kemudian terurai menjadi amonia dan asam butirat. Inilah yang menyebabkan bau badan yang kurang sedap.

Dominan pada Pria

Laki-laki memperoduksi hormon lebih aktif daripada perempuan sehingga resiko bau badan pada laki-laki lebih tinggi. Selain itu laki-laki juga mempunyai bulu badan lebih banyak daripada perempuan, sehingga bakteri lebih mudah menetap.

Bulu yang tebal akan menghambat proses keluarnya keringat, sehingga tidak terjadi penguapan dan akan membuat area sekitarnya menjadi lembab.

Bau badan juga bisa merupakan kelainan turunan, Karena produksi hormone yang mirip menurun dari orang tua kepada anaknya. Namun perlu  sobat Foodigans ingat, bahwa orang dengan keringat berlebih mempunyai resiko tinggi bau badan, tetapi belum tentu orang keringat berlebih mempunyai masalah bau badan.

Cara Bebas Bau Badan

BB yang berasal dari kelenjar ekrin bisa diperbaiki dengan melakukan hal-hal sbb :

  • Menghindari makanan beraroma tajam, memperbaiki metabolism tubuh
    dan mengobati penyakit lain yang ada.
  • Minum air putih yang cukup, konsumsi makanan berserat dan buah-buahan
    yang rendah kolin seperti apel, stroberi, jeruk, anggur, tomat, nanas, pisang dan semangka.

Karena tidak semua orang mudah mencerna kolin, sehingga sebaiknya membatasi makanan-makanan yang kaya kolin, seperti produk susu, telur, dan makanan-makanan berbau amis.

Jika BB berasal dari kelenjar apokrin. Hindari  keadaan yang menyebabkan tubuh menjadi lembab yakni dengan :

  • Memakai baju yang longgar dari katun
  • Mandi teratur dengan sabun antiseptic
  • Rajin mengganti baju dan mencuci nya dengan bersih
  • Mencukur bulu tubuh secara teratur
  • Menggunakan deororan antiperspirant

Cara Bebas Bau Badan dengan Teknologi Modern

Jika dengan cara sederhana bau badan tdk juga berkurang maka saatnya teknologi modern berperan.  Teknik iontophoresis adalah teknik yang dipergunakan di salon perawatan tubuh.

Caranya dengan  merendam anggota tubuh yang akan dihilangkan baunya  ke dalam air yang dialiri tegangan listrik sangat rendah. Teknik ini harus dilakukan berulang-ulang dan walau demikian belum tentu berhasil pada semua orang.

Injeksi Botulinum Toxin

Bisa juga dilakukan injeksi Botulinum toxin pada area tertentu oleh Dokter Spesialis kulit atau Dokter Estetik  yang terlatih dengan tujuan menurunkan produksi keringat. Hasil injeksi ini memuaskan namun tidak permanen dan harus diulang.

Jika kedua teknik tersebut belum berhasil  maka satu-satunya jalan adalah dengan pemberian obat minum antikolinergik  yang dapat mengurangi produksi keringat tubuh.  Nah, mengenai hal ini  sebaiknya konsultasikan dengan Dokter Kamu.