Pentingnya Periksa Sendiri Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit kronis dengan resiko berupa terjadinya gagal jantung atau jantung koroner, kerusakan otak dan juga  gagal ginjal. Kesadaran Kamu untuk mengontrol hipertensi dapat mengurangi resiko-resiko tersebut.  Dengan mengetahui  cara mengukur tekanan darah sendiri  maka dalam keadaan darurat  bisa cepat dilakukan  tindakan yang tepat.  Oleh karena itu sangat penting untuk  memiliki tensimeter  di rumah,  guna mengukur dan mengetahui tekanan darahmu sendiri, serta tahu cara menggunakannya dalam situasi darurat.

Semakin banyak orang melakukan pengukuran tekanan darah sendiri, karena dewasa ini peralatan pengukur tekanan darah makin murah dan mudah diperoleh di pasaran.  Sobat, tahukah Kamu jika dalam keadaan stress maka hasil pengukuran tekanan darahmu akan lebih tinggi dari yang seharusnya. Oleh karena itu jamak kiranya apabila hasil pengukuran yang dilakukan oleh dokter akan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pengukuran Kamu sendiri, tak lain karena Kamu dihinggapi stress (takut sama pak dokter kali ya).

Sobat foodigan, Kamu  perlu  tahu cara benar  menggunakan tensimeter  karena Jika kurang hati-hati  dalam melakukan pengukuran tekanan darah, maka hasilnya pun akan tidak akurat. Cara mengukur yang keliru dapat pula menyebabkan kesalahan hasil pengukuran. Coba perhatikan hal-hal  yang perlu Kamu ketahui  jika ingin  melakukan pengukuran tekanan darah mu di rumah.

Aritmia

Jika Kamu termasuk pemilik  jantung dengan detak yang tidak teratur atau aritmia, maka hasil pengukuran tidak akan memberikan hasil yang akurat. Coba diskusikan dengan dokter Kamu,  apakah Kamu boleh memonitor dan mengukur sendiri tensimu di rumah, karena tidak semua orang diizinkan dokter untuk melakukannya.  Tanyakan pada doktermu  berapa sering Kamu harus mengukur tensimu.

Tensimeter Analog/Digital

Ada beberapa tensimeter dengan manset (pembalut ukur) untuk lengan atas, jari, atau pergelangan tangan. Gunakan tensimeter yang sesuai dengan kebutuhan Kamu. Lebih akurat  gunakanlah tensimeter yang  memiliki manset tensi di daerah lengan atas. Buat Kamu yang bertubuh gemuk sesuaikan tensimeter dengan manset sesuai besarnya ukuran lenganmu.

Tensimeter analog (air raksa)

Tensimeter analog (air raksa)

Tensimeter analog merupakan  jenis tensimeter  konvensional yang  sdh digunakan sejak dahulu kala. Sebagai pengukur  tekanan darah  digunakan  air raksa. Keunggulannya adalah tingkat pengukurannya sangat akurat. Walau demikian kebanyakan rumah sakit di Amerika  sdh banyak yang tidak menggunakannya karena air raksa dipandang membahayakan  keamanan pengguna nya.  Kita semua tahu khan, negara paman Sam ini memang punya standard safety yang tinggi.  Kelihatannya terlalu berlebihan ya,  sebenarnya tidak perlu Kamu khawatir,  tensimeter tentu saja telah didisain dengan tingkat keamanan yang baik,  yang penting diperhatikan  terutama buat sobat yang memiliki rumah tangga dengan banyak anak-anak di dalamnya,  simpanlah  tensimeter jenis air raksa terhindar  dari jangkauan anak-anak.  Hal ini guna mencegah  terjadinya kecelakaan berupa  pecahnya  pelindung air raksa,  karena tumpahan air raksa yang mengenai tubuh manusia  tentu saja berbahaya.

Tensimeter Analog (aneroid)

Tensimeter Analog (aneroid)

Pilihan yang lain, terdapat pula tensimeter analog jenis  aneroid yang menggunakan jarum mekanik sebagai pengukur tekanan darah.  Jenis ini  lebih aman karena  tidak lagi menggunakan air raksa.

Perlu diperhitungkan pula jika menggunakan tensimeter analog Kamu memerlukan pembantu (orang lain) untuk melakukan pengukuran tekanan darah mu.

Tensimeter Digital

Tensimeter Digital

Tensimeter digital akan menampilkan hasil di layar monitor.  Ini sangat sesuai buat Kamu yang mandiri dan tidak memerlukan  pembantu untuk mengukur tekanan darah mu. Juga sesuai buat Kamu apabila kebetulan mengalami gangguan pendengaran sehingga tidak dapat menggunakan stetoskop yang terdapat pada tensimeter analog. Perhatikan isi penuhnya baterai agar diperoleh akurasi yang benar  pada tampilan  tensimeter digital.

Standardisasi

Jika Kamu lebih suka menggunakan tensimeter digital, yakinkan bahwa  tensimeter yang Kamu pakai sudah berstandard internasional  (BHS) British Hypertension Society , atau boleh juga berstandard nasional (BSN) Badan Standardisasi Nasional.

Saat Mengukur Tekanan Darah

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur tekanan darah.

  • Bersikaplah santai
  • Lakukan pengukuran di tempat yang tenang dan nyaman
  • Jangan berbicara ataupun bergerak-gerak
  • Duduk dengan kaki menapak tanah
  • Pasang manset (pembalut ukur) dengan seksama.

Ulangi pengukuran jika hasil pengukuran menunjukan angka yang tidak normal (hipotensi ataukah hipertensi), hingga diperoleh hasil yang konsisten.

Secara umum rentang tekanan darah yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut  :

Tekanan darah Sistolik (angka pertama) Diastolik (angka kedua)
Darah rendah (hipotensi) < 90 < 60
Normal 90 – 120 60 – 80
Pre hipertensi 120 – 140 80 – 90
Darah tinggi (hipertensi stadium 1) 140 – 160 90 – 100
Darah tinggi (hipertensi stadium2/berbahaya) > 160 > 100

 

Segera periksa ke dokter Kamu jika hasilnya konsisten (hipotensi ataukah hipertensi), untuk  mendapatkan perawatan.

Buat Kamu yang bermaksud  menggunakan  tensimeter analog untuk mengukur tekanan darah mu, coba Kamu perhatikan video cara menggunakan tensimeter analog (air raksa) berikut ini.