Asam di gunung garam di laut, akhirnya bertemu di kuali juga. Peribahasa lama ini barangkali sdh tidak berlaku lagi untuk jenis garam yang satu ini. Garam apa tuh?  garam Himalaya ! Ya, sebagaimana buah asam, garam Himalaya berasal dari gunung juga, tepatnya tambang garam di pegunungan Himalaya.

Sejarah: Penemunya Para Kuda!

Garam ini merupakan jenis garam yang terhitung istimewa dibandingkan garam kebanyakan  yang diproses dari air laut.

Sesuai namanya, ia  ditambang dari batu-batu di pegunungan Himalaya, pegunungan di Asia yang  panjang mengular   melewati   sebagian China, Nepal, Myanmar, Pakistan, Bhutan, Afghanistan, dan India.  Sobat Foodigans, rupanya bukan hanya minyak bumi saja yang ditambang ya, garam pun tak mau ketinggalan.

Menurut sejarahnya, selama 200 juta tahun,  lava dan es  telah mengubur  lautan garam membatu  di area tersebut, dan karena  tak tersentuh dunia modern begitu lama maka  boleh dikata garam Himalaya merupakan garam  terbaik di dunia yang murni dan tidak terkena polusi.

Bandingkan dengan garam laut sekarang ini dimana sebagian besar laut sudah tercemar dengan logam berat seperti timbal, kadmium, arsenik, merkuri dan polutan lainnya.

Garam Himalaya asli merupakan hasil produksi tambang garam Khewra  yang  terletak di  Pind Dadan Khan Tehsil  distrik  Jhelum Lokasinya sekitar  200 km (125 miles)  dari Islamabad dan Lahore.  Dari sini  garam menyebar keseluruh  penjuru dunia.

Dengan produksi  tambang  lebih dari  350.000 ton per tahun, maka  cadangan garam diperkirakan akan bisa bertahan hingga 350 tahun lagi.

Garam di area ini diketemukan  kala zaman  raja Macadonia  Alexander Agung   berperang melawan raja  India usai menaklukkan  kekaisaran Persia  pada 326 Sebelum Masehi.

Uniknya batuan garam ditemukan bukan oleh raja atau para tentaranya, melainkan oleh kuda-kuda tunggangan  yang secara tdk sengaja menjilat-jilat  batuan gunung dan menemukan rasa asin garam.

Konon, kuda-kuda yang sakit dan kelelahan kembali bertenaga lantaran menjilat-jilat bebatuan dan minum rendaman batu gunung bergaram.

Lantas apa benefitnya mengkonsumsi garam Himalaya dibanding  garam biasa? Barangkali ada diantara sobat yang  menyanggah. “Ah, ngapain pakai garam Himalaya, pakai garam biasa aja berjibun di Indonesia ”.

Tunggu dulu, fakta-fakta berikut ini  sebaiknya perlu Kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menolak ataukah mencobanya. Banyak benefit yang bisa Kamu  peroleh dari  garam berwarna pink dan putih transparan ini.

Mengandung 84 Mineral

Kamu pasti terkesan, setelah tahu bahwa di dalam garam Himalaya terkandung 84 macam mineral yang ditemukan dalam tubuh manusia.

Sebut diantaranya : natrium klorida, sulfat, kalsium, kalium, dan magnesium.

Mineral dalam garam ini ada dalam bentuk koloid, yang berarti berukuran sangat kecil dan sangat mudah diserap sel-sel tubuh manusia.

Pada takaran sama, garam ini lebih rendah sodium dibanding garam biasa dan  hebatnya lagi ia memiliki struktur selular yang unik yang menyimpan energi vibrasi.

Coba Kamu bandingkan dengan garam biasa. Apakah Kamu tahu bahwa  garam meja  telah berubah secara radikal dari bentuk alamnya, serta kehilangan  mineral penting (seperti kalium) dan elektrolit, dan sulit untuk diproses tubuh manusia?

Penelitian Bilang Apa?

Pada tahun 2003, Inter-University of Graz,  Austria melakukan penelitian  selama 9 minggu  untuk mengevaluasi efek dari konsumsi harian 1,5 liter air keran dengan garam meja biasa dibandingkan 1,5 liter air keran dengan garam Himalaya.

Hasil studi menemukan bahwa  pasien yang minum air keran dengan garam Himalaya mengalami perubahan positif dalam pernapasan, peredaran darah, organ, jaringan ikat dan fungsi sistem saraf.

Menjaga Tekanan Darah Tinggi

Buat Kamu yang bertekanan darah tinggi, seringkali makan makanan jadi gak enak karena konsumsi garam dikurangi khan?.  Mengkonsumsi garam Himalaya menjadi alternatif terbaik pengganti garam meja biasa.

Karena penyerapan garam Himalaya ke dalam aliran darah lebih efisien dibandingkan garam biasa maka  ia  dapat membantu menjaga tekanan darah dan melancarkan peredaran darah,  tanpa harus membuatmu kehilangan cita rasa asin di lidah.

Bikin Rileks Otot

Kalau Kamu sering merasa pegal otot ? Garam Himalaya bisa jadi solusinya. Garam ini dapat membuat otot-otot lebih rileks. Caranya, rendam kaki atau tubuh dengan air hangat yang sudah dicampur garam Himalaya.

Mengobati Migrain

Minum air garam Himalaya akan mampu mengatasi migrain, memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tingkat energi, menyeimbangkan kadar serotonin dalam aliran darah  dan mengembalikan keseimbangan elektrolit  dan basa  dalam tubuh Kamu.

Untuk membuat  larutan garam pelenyap migrain, campurkan dua sendok teh kristal garam Himalaya dengan satu cangkir jus lemon dan secangkir air. Minuman ini akan menghilangkan migrain Kamu secara cepat.




Diversifikasi  Manfaat

Tangan-tangan manusia modern yang kreatif  lantas mengolah sang garam  untuk berbagai macam keperluan:

  • Digunakan  dalam masakan sebagai alternatif yang lebih baik dari garam meja, serta dapat digunakan pula untuk pengobatan. Bongkah garam  Himalaya yang dibentuk  blok dinamakan salt block dimana penggunaannya dengan cara memanggang  makanan di atasnya.
  • Bisa dipakai  untuk Mandi Detok. Kandungan 84 mineral bergizi dan ramah kulit, membuat mandi cara ini memberikan terapi bagi  tubuh dan jiwa,merangsang sirkulasi, menenangkan otot sakit  dan menghilangkan pegal-pegal.
  • Dipakai sebagai Pemurni Udara. Lampu terapi yang terbuat dari  bahan garam Himalaya akan menyeimbangkan jumlah ion negatif dalam konsentrasi yang tepat, dimana telah terbukti secara klinis membantu menghilangkan depresi, meningkatkan suasana hati dan bahkan membantu menyembuhkan luka lebih cepat!

Sobat Foodigans, memilih untuk menggunakan garam Himalaya  sebagai alternatif  pengganti garam biasa dapat memiliki dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan Kamu dalam jangka panjang.  Jika  berminat Kamu bisa membeli garam Himalaya secara online .