Sebuah Kematian yang Mendadak.

Mumbai, Rabu yang kelam di bulan Oktober 2009 kala itu,   Ranjan Das, CEO dan MD SAP Indian subcontinental  tiba-tiba meninggal secara mendadak.  Mengherankan, karena  CEO muda berusia 42 tahun ini  adalah sosok yang rajin berolahraga, penggila fitnes,  seorg pelari maraton, tidak punya kebiasaan merokok dan minum-minum, apalagi selalu makan makanan sehat. Maklumlah seorang CEO sekelas Ranjan pastilah hidup berkecukupan.  Rajan usai  berolah raga di sebuah  gym center, saat  tiba-tiba ia  jatuh dan  tdk sadarkan diri. Rupanya  sebuah serangan jantung membuatnya tak berdaya, hingga  jiwanya melayang tak tertolong lagi.

Usia produktif  Ranjan  dengan  gaya hidup primanya  akhirnya berakhir  dengan meninggalkan seorang istri  dan  2  orang anak yg masih kecil-kecil.

Kematian MBA jebolan Universitas Hardvard ini tentu saja meninggalkan tanda tanya besar dihati semua orang, para kolega, terutama  pimpinan perusahaan-perusahaan besar di India. Apa sebenarnya penyebab kematian Ranjan Das? Kenapa orang yang sangat aktif berolahraga & seorang pelari, bisa kena serangan jantung di umur yg masih 42 thn ? Semua orang  boleh jadi melewatkan sebaris kalimat penting dalam laporan investigasi Ranjan, yakni mengenai pola tidur pria energik ini.

Investigasi menemukan bahwa  Ranjan terbiasa tidur hanya  4-5 jam, dalam sehari.

Dalam sebuah wawancara TV sebelumnya Ranjan memang mengakui bahwa  ia selalu kurang tidur & ingin bisa tidur lebih banyak. Pekerjaannya sebagai CEO menuntut hasil kerja prima yang membutuhkan kerja keras untuk merealisasikannya. Seandainya Ranjan tahu dan tidak lalai akan  beberapa hal penting berkaitan dengan kebiasaan kurang tidur terhadap kesehatan tubuh mungkin ceritanya tidak akan tragis seperti itu. Korelasi antara tidur dengan kesehatan adalah:

  • Lama waktu tidur yg singkat  (<5 or 5-6 jam) bisa meningkatkan risiko darah tinggi sebesar  350% -500% dibanding orang yang tidur >6 jam/malam.
  • Orang berumur 25-49 thn 2x lebih besar terkena darah tinggi jika kurang tidur .
  • Org yg tidur < 5 jam/malam berisiko terkena serangan jantung 3x lipat.  
  • Satu malam saja kurang tidur akan meningkatkan zat racun dalam tubuh seperti  Interleukin-6 (IL-6), Tumour necrosis factor-alpha (TNF-alpha) and C-reactive protein (CRP), dan juga  menyebabkan kanker, arthritis dan penyakit jantung.
  • Tidur  <=5 jam per malam akan  memicu risiko sakit jantung sebesar  39% .
  • Tidur  <=6 jam memicu risiko sakit jantung 8%.




Berapa Lama Tidur yg Ideal ?

Tahukah sobat Foodigan, bahwa  terdapat 2 tahap dalam tidur  yaitu:
Tahap Non-REM dan tahap REM.

Non-REM (Rapid Eye Movement)

Tahap Non-REM ini dibagi lagi menjadi 4 tahap (N1, N2, N3, N4).  N1 – tahap saat mulai tidur hingga 5 menit  kemudian. N2 – tahap ini bisa dikatakan sebagai tahap awal saat kita benar-benar tidur, dan berlangsung antara 10-30 menit. N3 & N4 – kedua tahap ini merupakan tahap paling dalam dari tidur Non-REM. Sangat sulit untuk terbangun pada tahap ini, dan jika terbangun kita akan mengalami disorientasi serta membutuhkan penyesuaian selama beberapa menit. Tahap Non-REM membantu pemulihan tubuh & pembentukan sel.

Tahap kedua : REM

REM biasanya terjadi 70 – 90 menit setelah kita tertidur. Tahap  tidur ini lebih dalam dari Non-REM. Selama tahap  REM ini, biasanya mata bergerak-gerak/berkedut (itulah mengapa tahap ini disebut rapid eye movement) dan nafas menjadi lebih tidak teratur, aktifitas otak dan ritme detak jantung juga meningkat. Tahap REM membantu kesehatan mental

Berkaca pada kedua tahapan dalam tidur tersebut, tidak heran kiranya jika seseorang  bangun dari tidur yg hanya 5-6  jam, ia akan mudah marah sepanjang hari.   Selain itu  jika seseorang  tidur kurang  dari  5 jam, tubuh masih sangat lelah,  dan imunitas nya  juga  turun.

Kembali ke kasus Ranjan bisa disimpulkan bahwa : untuk mengontrol stress,  Ranjan melakukan segala sesuatu yg dianggap nya sehat seperti makan makanan yang  sehat, olahraga dan menjaga berat badan. Namun ia tidak memperhatikan lama istirahatnya (tidur min 7 jam). Itulah yg membunuhnya.

Sobat Foodigan, dalam kehidupan modern dewasa ini pola hidup kurang tidur bukan hanya milik Ranjan. Kita bisa memetik pelajaran penting  dari kasus Ranjan, untuk berhati-hati dan selalu menjaga keseimbangan hidup kita  sehari hari dengan tidur  cukup paling tidak selama 7 jam.

Sumber tulisan:

Tulisan DR.N Siva (Senior Cardiologist).
Image courtesy of  http://mmmglobal.org/
http://rahmatkurniawan9415.blogspot.co.id/2013/04/rem-dan-nrem.html
http://timesofindia.indiatimes.com/city/mumbai/SAP-India-head-dies-after-heart-attack/articleshow/5146999.cms